Visually Verivied Montage (VVM)
Aplikasi Sistem Komputer dalam Membantu Proses Perancangan
Alyas Abibawa Widita | 31828
Hari-hari ini, arsitek dihadapkan pada tuntutan yang begitu beragam. Tidak saja karena ilmu arsitektur itu sendiri yang berderap begitu cepat, namun ekspektasi klien dan masyarakat memang menuntut arsitek pada standar output yang tidak bisa dianggap enteng.
Guna mencapai ekspekasi dan tuntutan tersebut, arsitek bertautan erat dengan teknologi komputer. Sejalan dengan teknologi komputer yang berkembang pesat, arsitek memiliki metode scientific untuk mempresentasikan skema desainnya. Dalam dunia arsitektur digital, dikenal istilah VVM (visually verified montage) yang membantu komunikasi arsitek dengan pihak terkait, baik klien, badan otorita pembangunan, maupun pihak kontraktor. VVM merupakan pengembangan mutakhir dengan tujuan memahami implikasi desain arsitektur terhadap lingkungan terbangun.
Pada umumnya, implikasi desain terhadap lingkungan terbangun dalam presentasi diwujudkan dalam foto yang acapkali disyaratkan oleh badan otorita setempat. Salah satu contohnya adalah proyek pembangunan Central Station, Liverpool. Untuk memahami implikasi desain, bada otorita setempat mensyaratkan image visual yang mampu mendeskripsikan keterkaitan antara desain dengan kondisi eksisting setempat.
Metodologi dalam proses melakukan VVM dapat dideskripsikan dalam tahap sebagai berikut
- Manifestasi data existing (pengumpulan data existing)- existing CADspase
- Memplot desain dalam format 2 dimensi
- Memproyeksikan proporsi desain thd lingkungan existing metode line in the sky
- Menggolah material dan efek iluminasi desain, menyesuaikan existing lingkungan
- Melengkapi suasana ( elemen pohon,kendaraan, manusia) dengan menggunakan software terkait (misalnya ; photoshop,dsb)
